Text
Pengantar Konstitusi Australia
Keragaman suku bangsa menyebabkan Australia di kenal sebagai multi-cultures state, negara dengan beragam suku bangsa. Di samping itu, pemerintah Australia juga menyediakan berbagai fasilitas bagi para imigran, sehingga negara ini menjadi salah satu tujuan utama bagi para imigran dari berbagai negara.rnSemakin membanjirnya imigran ke Australia, antara lain dari negara-negara Indocina seperti Kamboja, Cina, dan Vietnam, membuat pemerintah Australia kewalahan. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah membanjirnya para pengungsi yang melakukan berbagai cara serta alasan untuk bisa menetap di Australia. Di antara alasan yang populer adalah dengan mengaku sebagai pengungsi politik, mengaku terancam keselamatannya bila kembali ke negara asalnya. Padahal tidak semua alasan itu benar, bahkan terkadang direkayasa untuk meyakinkan pihak imigrasi Australia agar mereka diizinkan tinggal di Australia dan memperoleh status sebagai permanent resident (penduduk tetap). Dengan status sebagai penduduk tetap, seseorang selain berhak untuk tinggal di Australia dalam waktu tak terbatas, juga memperoleh berbagai fasilitas dari pemerintah seperti pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja.rnSalah satu bukti mengenai semakin ketatnya pengawasan terhadap mereka yang masuk ke Australia secara tidak sah adalah masih ditahannya lebih dari tiga ratus orang Kamboja di beberapa pusat penampungan pengungsi imigrasi Australia. Banyak di antara mereka telah menetap di balik pagar kawat selama hampir lima tahun. Anak-anak yang dilahirkan semasa penahanan ini dengan sendirinya tidak mengenal dunia luar.rnrnSejak November 1989 hingga Januari 1994 terdapat lebih dari 104 orang Kamboja hanya di pusat penampungan pengungsi Port Hedland (Western Australia) saja. Lamanya masa penahanan ini merupakan isu penting dalam praktek hak asasi di Australia. Karena keadaan pengungsi yang memprihatinkan ini, seorang pemuda Kamboja bernama David Kang, 23 tahun, mahasiswa Universitas Macquarie di New South Wales, menarik perhatian dunia karena tindakannya menembak Pangeran Charles pada waktu berkunjung ke Sydney dengan menggunakan starting pistol (yang biasa digunakan sebagai pemberi isyarat mulai dalam dunia olahraga dan relatif tidak membahayakan). Tindakan itu hanya bertujuan agar Pangeran Charles dan dunia menaruh perhatian pada para pengungsi Kamboja yang berada di pusat penampungan pengungsi imigrasi Australia.rnMenurut David Kang"
| B00568 | 347.0294 RIF p | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain